Siapa yang tak kenal dengan serial animasi dari negeri jiran Malaysia, Upin dan Ipin. Sebuah potret anak-anak negeri jiran yang secara mengejutkan sadar maupun tidak sadar telah mulai merasuk ke dalam pikiran anak-anak negeri ini dan mungkin orang dewasa. Film yang diputar di stasiun tv swasta nasional yang herannya tidak di sulih suarakan ke dalam bahasa Indonesia seperti layaknya film animasi lain walaupun bahasanya hampir mirip, malahan ditambahkan teks berbahasa Indonesia. Tapi disitulah kunci suksesnya film ini, karena tidak menghilangkan karakter asli film ini.
Dikutip dari Detik.com, bahwa film ini diharapkan menjadi bentuk diploma Malaysia dengan Indonesia, mengingat bahwa negeri ini dengan jirannya sering terjadi salah paham karena hal sepele sampai dengan serius.
“Upin dan Ipin sangat populer di Indonesia dan tetap dengan bahasa Melayu. Ini akan ada kesempatan pertukaran budaya yang kita harapkan,” kata Mukriz usai pertemuan Wakil PM Malaysia Tan Sri Dato Hj Muhyiddin dengan media massa Indonesia di Hotel Shangri La, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (29/6/2010). - Detik.com
Kedekatan budaya dan disini pula menunjukkan bahwa dunia anak di dunia ini sama, bahasa bukan halangan tapi bahwa anak-anak tetap anak-anak. Rasanya film ini walau diputar berulang-ulang tapi anak-anak negeri ini tetap duduk manis didepan TV seperti tersihir. Melihat kondisi seperti ini menjadi iri kapan negeri ini bisa menciptakan semacam Upin dan Ipin versi lokal yang lebih membumi.
Selamat sore cikgu….! Betul…betul…betul…
{ 5 comments… read them below or add one }
Saya fikir lebih baik anak-anak nonton film seperti ini daripada nonton sinetron2 karya bangsa kita yang rata2 isinya justru membuat anak2 menjadi tidak karuan. Saya seorang guru yang sering bingung melihat anak didik saya yang hal terbesar yang ada dalam otak mereka bukan ilmu, namun pacaran, putus cinta, dsb. Siapa yang mendidik otak mereka seperti itu kalau bukan sinetron2 karya bangsa kita sendiri. Kapan bangsa kita membuat sinetron yang menunmbuhkan rasa cinta pada illmu, teknologi….
Betul pak msrosyidi, kenapa para pekerja seni negeri ini kok belum bisa atau gak mau berkreasi menciptakan film seperti ini.
tarqy´s last blog ..Diplomasi Upin dan Ipin
Lho, bukankah serial ini bikinan anak Indonesia mas? Salah satu di antaranya adalah putri pasangan Ikang Fawzi dan Marisa Haque yang kebetulan sedang kuliah di malaysia.
tapi tetep berlabel Malaysia… he..he..
kunjungan balik mas…
gini dunk jangan konflik terus sama malaysia,kl damai gini kan indah…
salam persahabatan ,-